Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita UtamaLampung Barat

Warga Keluhkan Stok Darah di RSUD Alimudin Umar Liwa Selalu Bebankan Keluarga Pasien, Ini Tanggapan Rumah Sakit

820
×

Warga Keluhkan Stok Darah di RSUD Alimudin Umar Liwa Selalu Bebankan Keluarga Pasien, Ini Tanggapan Rumah Sakit

Sebarkan artikel ini

Kasubag Umum RSUD Alimudin Umar Lampung Barat, Darman. (Foto: Edi)

PusaranNews.com, Lampung Barat – Warga pertanyakan stok darah saat ada pasien yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Alimudin Umar Lampung Barat.

Pasalnya setiap pasien yang membutuhkan darah selalu keluarga pasien yang direpotkan mencari darah yang dibutuhkan. Hal ini selalu terjadi sehingga keluarga pasien selalu kalang kabut mencarinya.

Salah seorang warga Rian mengaku, sudah beberapa kali mengantarkan keluarganya kerena sakit, setelah di diagnosa dokter harus dilakukan transfusi darah, karena Rumah Sakit tidak memiliki stok maka keluarga pasien disuruh mencari sendiri.

“Saya sudah berapa kali ada saudara masuk RSU ini, dan harus transfusi darah, anehnya kami selaku keluarga pasien yang mencari sendiri darah itu, apakah rumah sakit pemerintah satu-satunya ini tidak memiliki stok?,” Kata dia.

Meskipun kata Rian, pasien menggunakan BPJS, tapi mencari orang untuk diambil darahnya didonorkan keluarga harus mengocek kantong pribadi.

“Saat kami pontang-panting mencari pendonor darah sendiri, kami juga merasa beban karena memikirkan pendonor yang jelas-jelas kami minta, paling tidak kami memberikan tanda terimakasih, jika halnya empat sampai lima kantong yang dibutuhkan maka lima orang itu kami tanggung sendiri,” keluhnya.

Pihaknya berharap, agar pemerintah daerah hususnya Rumah Sakit untuk mencari solusi agar masyarakat yang berobat dan membutuhkan darah sudah memiliki stok tanpa harus membebankan kepada keluarga pasien.

“Tantu kami berharap agar pemerintah kabupaten ini bisa menyediakan stok darah sehingga saat pasien membutuhkan segera bisa ditangani, tidak seperti saat ini yang selalu dibebankan kepada keluarga pasien, hususnya yang butuh donor darah,” harpnya.

Dikomfirmasi terpisah Kasubag Umum RSUD Darman mendampingi direktur RSUD Alimudin Umar Lampung Barat, dr. Iman Hendarman, Sp.A., M.Kes. mengaku jika ketersedian darah belum terpenuhi mengingat kebutuhan yang banyak.

“Masalah transfusi darah untuk pasien kami memang masih terkendala, karena penggunaan dan stok belum seimbang. Setiap bulannya kebutuhan kami lebih kurang 200 kantong sementara untuk stok sekitar 80 kantong, sehingga sisa kekurangan kami bebankan kepada keluarga,” kata Darman.

Lanjut dia, kebutuhan darah selalu berbeda-beda artinya yang membuthkan bukan hanya satu golongan darah saja tetapi beragam golongan setiap pasien.

“Terkadang pasien butuh darah O sementara kami memiliki stok darah golongan B nah itu tentu menjadi kendala. Dan stok juga sementara ini untuk pasien darurat atau yang memang sangat membutuhkan, seperti ruang bersalin yang mengalami pendarahan dan penyakit dalam atau anemia,” ungkapnya.

Ditanya terkait upaya RSUD, Darman, mengaku, sudah menggarkan dana lebih kurang Rp100 juta untuk tahun 2026, untuk kerjasama dengan 15 Kecamatan untuk para pendonor.

“Tahun ini kami akan bekerjasama dengan 15 Kecamatan dan Palang Merah Indonesia (PMI) untuk mencari pendonor sukarela ketingkat pekon-pekon, ini nanti yang akan menambah stok darah,” terangnya.

Untuk pendonor itu sendiri kata Darman, keriterianya badan sehat tidak memiliki penyakit yang berkaitan dengan darah, dan umur dari 17-60 tahun.

“Setiap pendonor diambil sebanyak 350cc per 3 bulan sekali, artinya setelah darhanya didonorkan maka tiga bulan baru bisa didonorkan kembali. Tentu para pendonor itu sendiri harus melalui mekanisme medis layak atau tidaknya darahnya diambil,” pungkasnya. (*)

https://pusarannews.com/wp-content/uploads/2025/12/2026-ucapan.jpg