Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita UtamaLampung Barat

MUI Lampung Barat: Sholat Istisqa’ Serentak Sekabupaten Ditiadakan, Diserahkan ke Kebutuhan Lokal

95
×

MUI Lampung Barat: Sholat Istisqa’ Serentak Sekabupaten Ditiadakan, Diserahkan ke Kebutuhan Lokal

Sebarkan artikel ini

PusaranNews.com, Lampung Barat – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lampung Barat, bersama Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) dan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) setempat, menyepakati untuk tidak melaksanakan Sholat Istisqa’ (sholat minta hujan) secara serentak di tingkat kabupaten. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan kondisi cuaca dan aspirasi dari berbagai kecamatan yang beragam.

Ketua MUI Kabupaten Lampung Barat, Ust. H. Pairozi, menyampaikan hasil rapat koordinasi tersebut usai pertemuan dengan Kepala Kemenag Lampung Barat dan Kabag Kesra di Ruang Kerja Kepala Kemenag Lambar, Kamis (10/9/2026).

“Setelah mempertimbangkan aspirasi dari pihak Kecamatan, serta informasi dari KUA dan MUI Kecamatan, kami menyimpulkan bahwa kita tidak perlu menyelenggarakan kegiatan sholat Istisqa’ berjamaah secara serentak sekabupaten Lampung Barat. Hal ini mengingat kondisi dan keadaan cuaca di setiap wilayah yang berbeda-beda,” ujar Ust. H. Pairozi.

Ia menjelaskan, sebagai gantinya, MUI akan meneruskan himbauan dari MUI Provinsi Lampung kepada masyarakat. Himbauan tersebut mengimbau umat Islam untuk melaksanakan taujihat (arahan keagamaan) berupa ikhtiar spiritual sesuai kebutuhan di tingkat masing-masing.

“Selanjutnya akan disampaikan himbauan yang sudah dikeluarkan oleh MUI Provinsi Lampung agar masyarakat bisa melaksanakan taujihat sebagai ikhtiar, berupa melaksanakan Sholat Istisqa’, Istighosah, atau kegiatan doa bersama sesuai dengan kebutuhan tingkat kecamatan dan Pekon masing-masing,” tambahnya.

Pihak MUI menegaskan bahwa agenda tingkat kabupaten ditiadakan atau belum diperlukan dalam waktu dekat. Fokus pelaksanaan diserahkan sepenuhnya kepada otoritas lokal jika dirasa mendesak.

Beberapa Wilayah Sudah Merasakan Hujan

Berdasarkan himpunan informasi di lapangan, respons terhadap kemarau telah bervariasi antar wilayah. Beberapa kecamatan dilaporkan telah melaksanakan Sholat Istisqa’, sementara lainnya baru berencana melakukannya.

Salah satu contoh keberhasilan ikhtiar lokal terjadi di Kecamatan Bandar Negeri Suoh. Wilayah tersebut telah melaksanakan kegiatan Istighosah, dan pasca kegiatan tersebut, hujan dilaporkan turun.

“Ya, Alhamdulillah, sudah ada beberapa tempat yang sudah turun hujan, termasuk di Suoh setelah mereka melaksanakan Istighosah,” pungkas Ketua MUI itu dengan nada syukur.

Saran Kepala Kemenag Lambar

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Barat, KH. M. Surur, juga memberikan pandangannya terkait situasi kekeringan dan pentingnya ketenangan batin masyarakat.

KH. M. Surur menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, ulama, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan cuaca. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap optimis dan memperbanyak doa, serta menjaga kerukunan dalam setiap pelaksanaan ibadah permohonan hujan.

Tata Cara Sholat Istisqa’

Menutup pernyataannya, Ust. H. Pairozi juga mengingatkan kembali mengenai kafiyat atau tata cara pelaksanaan Sholat Istisqa’ bagi masyarakat yang ingin melaksanakannya secara mandiri di lingkungan masing-masing.

Beliau menjelaskan bahwa Sholat Istisqa’ hukumnya sunnah muakkad (sangat dianjurkan) saat terjadi kekeringan panjang. Tata caranya mirip dengan sholat Id, yaitu dua rakaat dengan tujuh takbir pada rakaat pertama dan lima takbir pada rakaat kedua sebelum membaca Al-Fatihah. Setelah sholat, dilanjutkan dengan khutbah yang berisi nasihat untuk bertaubat, beristighfar, dan memperbanyak amal saleh sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT.

“Mari kita perbaiki hubungan kita dengan Allah, karena hujan adalah rahmat yang diturunkan oleh-Nya,” tutup Ust. Pairozi. (*)

https://pusarannews.com/wp-content/uploads/2025/12/2026-ucapan.jpg