PusaranNews.com, Pesisir Barat – Kendaraan roda dua (Motor) terperosok dalam siring tepatnya di tebing Tanjung Menang, Pekon Sukabanjar, Kecamatan Ngambur, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, Nurjaman meninggal dunia.
Kronologis yang dihimpun, korban pulang dari kebunnya, minggu (23/03), melintas dilokasi kejadian, entah kenapa motor yang dibawa korban tergelincir dan masuk kedalam jurang, dimana diatas kendaraannya membawa satu tundun pisang mentah.
Beruntung tidak lama korban kecelakaan, ada warga melintas yakni Koswara, mendengar suara seperti ada yang terjatuh, saksi langsung mendekat kearah suara motor yang masuk jurang.
Benar saja ternyata ada motor didalam jurang dan penumpangnya, setelah dilihat korban sudah meninggal dunia, karena leher korban tersangkut disetang motor dan terjepit oisang yang dibawanya.
“Saya angkat pisang yang menimpa korban, ternyata sudah meninggal, saya langsung memberi tahu warga lain dan Peratin setempat,” kata Koswara.
Sementara Peratin Pekon Sukabanjar Sumarno, S.E, membenarkan kejadian tersebut, bahkan saat diketahui ada laporan warga meninggal karena masuk jurang, timnya segera menuju rumah duka.
“Saya bersama yang lainnya, setelah ada laporan warga meninggal, menuju rumah duka, kami disambut istri korban Siti Jubaidah. Saat itu korban masih dilakukan prosesi pemdian mayat,” terang dia.
Setelah prosesi penguburan korban, timnya ditemani saksi pertama pak Kuswara mendatangi tempat kejadian, dan benar saja, bahkan saat itu motor korban masih berada di dalam jurang.
“Saat kami samoai dilokasi, motor korban masih berada didalam jurang tempatnya terperosok, bahkan pisang bawaan korban.
“Melihat kendaraan masih didalam jurang, saya langsung menelpon sejumlah perangkat pekon dan dibantu warga untuk mengakat motor korban, agar bisa kekuar dari dalam jurang,” ungkapnya.
Korban Nurjaman keseharainnya sebagai buruh tani, upahan dengan warga yang membutuhkan tenaganya. Korban meninggalkan dua (2) orang anak laki-laki dan satu istri.
“Korban murni kecelakaan terjatuh kedalam jurang saat melintas membawa kendaraannya. Jadi saya pertegas korban murni kecelakaan kendaraan, bukan seperti rumor, jika korban meninggal karena tertimpa batu saat menambang ilegal, kasian istri korban yang didatangi kepolisian dan sejumlah awak media, karena rumor dimaksud,” tegas Sumarno. (*)








