Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita UtamaLampung Barat

Parosil Mabsus Tegas Larang Pengibaran Bendera One Piece di Lampung Barat, Jelang HUT RI Ke-80

764
×

Parosil Mabsus Tegas Larang Pengibaran Bendera One Piece di Lampung Barat, Jelang HUT RI Ke-80

Sebarkan artikel ini

PusaranNews.com, Lampung Barat – Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus, respon aksi sebagian masyarakat mengibarkan bendera One Piece di sejumlah Media Sosial (Medsos).

Parosil menghimbau seluruh lapisan masyarakat Lampung Barat untuk tidak mengibarkan bendera bajak laut dari serial One Piece di bawah Bendera Merah Putih jelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia (RI).

Bahkan pemkab Lampung Barat, menghimbau warga untuk mengibarkan bendera merah putih sebagai lambang negara.

Pengibaran bendera One Piece ini disebut sebagai ekspresi kekecewaan masyarakat terhadap pemerintah.

“Tindakan tersebut dinilai mencederai kehormatan simbol negara dan memicu kekhawatiran akan melemahnya penghormatan terhadap nilai-nilai kebangsaan,” tegasnya.

Parosil Mabsus menilai aksi pengibaran bendera One Piece ini bergerak secara sistematis. Beliau berpendapat saat ini tidak sedikit kelompok yang menginginkan terjadinya kemunduran bagi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Oleh karenanya, Parosil Mabsus menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk menjadi bagian dalam menegakkan dan menjaga bendera merah putih sebagai simbol harga diri dan kedaulatan bangsa.

“Bayangkan, para pahlawan kita dulu bukan hanya menegakkan bendera. Nyawa pun mereka korbankan, harta mereka serahkan. Mereka berperang di hutan, berjalan dalam kelaparan, bahkan ada yang berhari-hari tanpa makan,” kata dia.

“Hari ini, kita hanya diminta mengibarkan merah putih. Masa iya kita lupa dengan sejarah kemerdekaan Republik Indonesia?,” kata Parosil.

Parosil mengingatkan bahwa usia kemerdekaan RI yang kini memasuki 80 tahun bukanlah usia muda. Bangsa ini sudah cukup matang untuk memperkuat rasa nasionalisme, patriotisme, dan kecintaan terhadap tanah air.

“Tantangan hari ini bukan sekadar bicara soal bendera, tetapi bagaimana mengisi kemerdekaan dengan semangat perjuangan dan karya nyata,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menyambut HUT ke-80 RI dengan penuh kebanggaan, menjaga persatuan, serta menghormati simbol-simbol negara sebagai warisan berharga para pejuang. (*)

https://pusarannews.com/wp-content/uploads/2025/12/2026-ucapan.jpg