Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita UtamaLampung Barat

Aksi Minta THR Oleh Oknum Sekura, Bupati Parosil Mabsus: Pakaian Vulgar dan Minta-Minta Terkesan Citra Tidak Baik

1587
×

Aksi Minta THR Oleh Oknum Sekura, Bupati Parosil Mabsus: Pakaian Vulgar dan Minta-Minta Terkesan Citra Tidak Baik

Sebarkan artikel ini

PusaranNews.com, Lampung Barat – Kemeriahan gelaran pesta sekura cakak buah, di sejumlah Pekon di Lampung Barat, Bupati Parosil Mabsus himbau agar jaga etika pakaian dan tidak mintak-mintak. Kamis, 26 Maret 2026.

Bupati Parosil menyoroti pentingnya pembatasan norma dalam pelaksanaan sekura, terutama dalam hal penampilan peserta. Meskipun sekura merupakan sebuah tradisi yang lucu dan unik, namun ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, khususnya terkait dengan atribut yang dikenakan oleh peserta.

“Sekura memang penuh dengan tawa dan keunikan, namun ada baiknya kita juga memperhatikan norma kepantasan dalam berpakaian,” ujarnya.

“Ada masukan dari masyarakat yang merasa tidak nyaman dengan penampilan yang menurut mereka kurang sopan. Itu harus menjadi perhatian kita,” tegas Parosil.

Lebih lanjut, Parosil mengatakan terdapat sejumlah peserta sekura kadang tampil dengan kostum yang memadukan unsur-unsur feminin dan lebih ke hal vulgar, hal itu bisa menimbulkan penilaian negatif dari masyarakat luar.

“Ada yang menjelma seperti wanita, dan terkadang penampilannya tidak pantas, bahkan terkesan vulgâr. Untuk masyarakat Lampung mungkin itu biasa, tapi bagi orang luar, mereka bisa saja memberi penilaian yang kurang baik terhadap kita,” katanya.

Selain itu, Parosil juga mengingatkan agar aksi sekura yang terkadang melibatkan interaksi langsung dengan warga, seperti meminta rokok atau THR, dapat meninggalkan kesan yang tidak baik, terutama jika ada warga yang merasa terintimidasi.

“Sekura ini harusnya menjadi ajang silaturahmi, bukan untuk menakut-nakuti orang. Jangan sampai ada yang merasa tertekan hanya karena dihentikan di jalan dan diminta rokok atau uang. Ini bisa memberi citra yang kurang baik tentang budaya kita,” tambahnya.

Dilain pihak salah seorang warga Eva mendukung himbawan Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, terutama para sekura yang minta-minta di tengah jalan.

“Kami lewat saat ada pesta sekura empat syawal atau Selasa (24/3) lalu. Ada kegiatan sekura di Pekon Balak, Batubrak, banyak sekura berbaris dan minta THR, yang buat kami risih ada yang sedikit memaksa,” kata dia.

Budaya sekura lanjut dia, merupakan budaya sejak dahulu dan memang kegiatan postif untuk silaturahmi dan hiburan rakyat, tetapi jangan di cemarkan oleh aksi oknum sakura yang tidak beretika.

“Sayang jika salah satu budaya kita dirusak oleh oknum-oknum yang menghadang jalan karena mintak-mintak, selain menghambat perjalanan juga merusak citra dari budaya. Jika perlu pemkab bisa lebih mempertegas syarat pesta sekura dalam bentuk perda agar budaya tetap lestari dan alami seperti terdahulu,” pungkasnya. (*)

https://pusarannews.com/wp-content/uploads/2025/12/2026-ucapan.jpg