Foto:doc
PusaranNews.com, Lampung Barat – Kabupaten Lampung Barat yang terkenal sebagai salah satu sentra penghasil kopi robusta terbaik di Sumatra kembali menjadi sorotan.
Memasuki pertengahan tahun 2026, harga jual kopi di tingkat petani mengalami dinamika yang cukup menarik, mulai dari sentuhan rekor tertinggi beberapa waktu lalu hingga koreksi harga jelang musim panen raya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, harga komoditas hitam ini menunjukkan pergerakan yang fluktuatif dalam tiga bulan terakhir, dipengaruhi oleh faktor cuaca, kondisi global, hingga stok di gudang petani.
Salah seorang petani kopi Pekon Bedudu Sumarlin mengatakan, tahun 2026, para petani sempat tersenyum lebar. Pada Maret lalu, harga kopi robusta kualitas asalan menyentuh angka Rp 60.000 per kilogram untuk kualitas terbaik.
Namun, angin berubah arah memasuki bulan April 2026. Menjelang puncak musim panen yang diprediksi terjadi pada Juni hingga Agustus mendatang, harga kopi robusta di Lampung Barat mulai menunjukkan tren penurunan.
“Sepekan terakhir, harga biji kopi kering berpotensi turun hingga. Sementara untuk kopi buah atau hasil petik baru, saat ini dijual di kisaran Rp 49.000 per kilogram, dari harga sebelumnya Rp52.000/kg,” keluhnya.
“Penurunan ini menuai kekhawatiran di kalangan petani,” kata diq.
Sementara Seorang supplier kopi setempat Endang Saputra mengungkapkan, bahwa tekanan berasal dari pasar global yang tidak menentu.
“Saat ini kami pihak pengepul membeli kopi harga tertinggi sekitaran Rp49 ribu/kilo gram, namun harga terkadang tidak menentu, terkadang naik terkadang turun, bahkan turunnya sangat sinifikan bisa mencapai Rp1000 hingga Rp2000/kg. Kami berharap memasuki musim penen ini bisa kembali naik,” ucapnya. (*)








