Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita UtamaLampung Barat

Way Tipon Pekon Kegeringan Tertutup Longsor Tiga Hektar Sawah Terendam, Warga Minta Alat Berat Turun

127
×

Way Tipon Pekon Kegeringan Tertutup Longsor Tiga Hektar Sawah Terendam, Warga Minta Alat Berat Turun

Sebarkan artikel ini

PusaranNews.com, Lampung Barat – Guncangan gempa pada Sabtu (12/9) sekitar pukul 04.00 Wib lalu, membuat longsor di pemangku empat Pekon Kegeringan, Kecamatan Batubrak, Lampung Barat. Sehingga mengakibatkan tertutupnya aliran sungai (Way) tipon hingga merendam tiga hektaran sawah warga.

“Akibat adanya Gempa Bumi dua hari lalu, sebesar Mag : 5.9 (6 km Tenggara Kep.Seribu-DKI), yang dirasakan di wilayah Lampung Barat sehingga menyebabkan tanah longsor berupa Pasir Gunung yang menutupi aliran Way Tipon dengan Lebar lebih kurang100 meter dengan ketinggian mencapai 5 meter, sehingga aliran air meluap ke sawah warga,” kata Herpin salah satu warga setempat, yang juga merupakan anggota DPRD Fraksi PAN.

Sawah yang terdampak lanjut Herpin, yakni milik Rahmat lebih kurang 1 hektar, Sawah Basrin 1 hektar dan sawah milik Man lebihkurang 1 hektar jadi total yang terendam lebih kurang tiga hektar.

“Sudah tiga hari terakhir ini sejumlah warga gotong royong menyingkirkan material longsor cara manual, namun ini kecil kemungkinan untuk cepat mengatasinya,” kata dia.

Diminta pemkab setempat untuk segera mencari solusi dan upaya agar longsor bisa diatasi dan tidak merusak sawah yang lainnya.

“Kami berharap agar pemkab bisa menurunkan alat berat untuk segera menyingkirkan longsor, karena BPBD sudah menurunkan alat sedot (Alkon) namun pagi ini alat tersebut rusak dan tidak berfungsi, yang kami khawatirkan jika musim hujan tiba maka keruskan sawah akan lebih parah lagi,” terangnya.

Dikomfirmasi terpisah Kepala Badan Penanggilangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Barat, Padang Prioutomo membenarkan jika ada laporan adanya longsor di Pekon Kegeringan.

“Kami sudah menerima laporan warga, dan kami sudah berupaya memberikan bantuan tanggap darurat yakni alat sedot air, namun pagi ini kami menerima laoiran alat dimaksud rusak, mungkin karena sudah kelaman bekerja hingga mati,” jelas Padang.

Ia melanjutkan, saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekwrjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) untuk meninjau lokasi dan mengupayakan penurunan alat berat.

“Kami kembali mengirimkan dua unit alat sedot air pengganti alat yang rusak. Kami juga segera menurunkan alat berat dan masih melakukan upaya dan rangkaian cara menurunkan alat dimaksud agar sampai dilokasi,” ungkapnya.

Mudah-mudahan kata Padang, hari ini alat berat sudah bisa diturunkan kelokasi melakukan penyingkiran longsor hingga aliran sungai way tipon bisa normal kembali.

“Secepatnya akan kita turunkan alat berat, shingga bisa membantu warga dan mengantisipasi kerusakan lebih parah,” pungkasnya. (*)

https://pusarannews.com/wp-content/uploads/2025/12/2026-ucapan.jpg