PusaranNews.com, Jakarta – Hujan deras landa Jakarta, Air naik hingga tiga meter dan rendam rumah warga Cililitan, Keramat Jati, Jakarta Timur, Rabu 5 Pebruari 2025.
Banjir setinggi 3 meter merendam permukiman warga di Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur. Ibu yang baru melahirkan pun turut dievakuasi lantaran rumahnya terdampak banjir.
“Kita melakukan evakuasi. Bayi baru lahir dan ibunya. Balita, orang sakit, dan warga yang terjebak banjir lainnya,” kata Wadanyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Metro Jaya, AKP Sunarto dalam keterangannya.
Sunarto mengatakan banjir yang melanda pemukiman warga Cililitan mencapai 3 meter. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan patroli di lokasi.
“Ketinggian banjir mencapai 3 meter dan tim tanggap bencana masih terus melakukan pemantauan di likasi banjir,” kata dia.
Tim juga menerjunkan beberapa peralatan lainnya. Mulai dari perahu karet hingga rompi pelampung untuk menunjang proses evakuasi.
“Ada beberapa peralatan, yaitu satu unit kendaraan ranger, satu truk angkut, satu perahu karet, satu mesin perahu, satu perahu sakunar, 10 buah rompi pelampung, enam buah dayung. Saat ini Evakuasi masih berlanjut,” tuturnya.
Untuk Titik banjir di Jakarta kian bertambah, bahkan sudah menyebar di 105 wilayah rukun tetangga (RT) siang tadi. Banjir disebabkan curah hujan yang tinggi serta meluapnya air Kali Ciliwung, Pesanggrahan dan Krukut.
BPBD Jakarta mencatat titik banjir itu tersebar di 12 RT di Jakarta Barat (Jakbar), 46 RT di Jakarta Selatan (Jaksel), dan 47 RT di Jakarta Timur (Jaktim). Data tersebut berdasarkan catatan BPBD Jakarta per pukul 12.00 WIB.
“BPBD mencatat saat ini genangan terjadi di 105 RT,” kata Kepala Pelaksana BPBD Jakarta Isnawa Adji.
Isnawa mengatakan ketinggian air beragam, sampai ada yang hampir mencapai 5 meter di Kelurahan Gedong, Pasar Rebo, Jaktim. Sementara ada 5 ruas jalan di Jakarta Barat dan Jakarta Selatan yang terendam banjir.
Sementara itu, di Kampung Melayu, 30 orang masih mengungsi di SDN Kampung Melayu dan 181 orang mengungsi di Masjid Jami Miftahul Huda. Kemudian di Wilayah Bidara Cina, 17 orang mengungsi di RPTRA, 21 orang di aula kelurahan, 26 di masjid, 20 orang di SKKT, dan 24 orang di majelis taklim.
Kemudian di wilayah Cawang, 53 orang mengungsi di Musala Al-Ishlah, 130 orang di ruko pinggir jalan. Di Pejaten Timur, 450 orang mengungsi di SDN 22, 300 orang di SMPN 46. Selanjutnya di Cilandak Timur, 39 orang mengungsi di Musala, 19 orang di Pendopo dan 100 orang di musala. (*)








