Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Lampung Barat

Ketua MWCNU Balik Bukit Ust Hernadi Tetap Istiqomah Amalkan Amalan Aswaja, Walau Kondisi Sulit

496
×

Ketua MWCNU Balik Bukit Ust Hernadi Tetap Istiqomah Amalkan Amalan Aswaja, Walau Kondisi Sulit

Sebarkan artikel ini

PusaranNews.com, Lampung Barat – Meskipun menghadapi berbagai tantangan dan ujian, umat Islam dari kalangan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) diminta tetap istiqomah dalam mengamalkan ajaran yang diwariskan para ulama salaf. tidak meninggalkan nilai-nilai yang telah menjadi bagian dari keyakinan dan tradisi keislaman.

Di berbagai pesantren dan majelis taklim, amalan Aswaja seperti istighosah, tahlil, manaqib, dan shalawat terus dijalankan. Ketua Majelis Wakil Cabang MWC NU Balik Bukit Ust Hernadi menegaskan bahwa istiqomah dalam menjalankan amalan ini merupakan bentuk keteguhan iman serta bukti kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya.

Ust Hernadi mengatakan bahwa istiqomah dalam beribadah adalah kunci keberkahan hidup. “Tantangan dan godaan pasti ada, tetapi jika kita tetap teguh dalam menjalankan amalan Aswaja, insyaAllah kita akan mendapatkan ketenangan hati dan pertolongan dari Allah,” ujarnya saat Safari Ramadhan di Masjid Baiturohman Pemangku Sumber Agung Pekon Sukarame Balik Bukit Rabu 19/3/2025.

Seorang jamaah dari pekon tersebut H. Arianto Harafat, mengungkapkan bahwa istiqomah dalam menjalankan amalan Aswaja telah membawanya pada ketenangan batin. “Dulu saya sering ragu dengan amalan yang saya lakukan, tetapi setelah saya istiqomah dalam dzikir dan tahlil, hidup saya menjadi lebih tenang dan berkah,” tuturnya.

Sementara itu Ust H Pairozi wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Lampung Barat dalam materi keazwajaannya mengatakan bahwa Amaliyah dalam tradisi Nahdlatul Ulama (NU) merujuk pada praktik ibadah, tradisi keagamaan, dan aktivitas sosial-keagamaan yang berakar pada ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) dengan pendekatan mazhab fikih, teologi, dan tasawuf. NU mengikuti empat mazhab fikih (Syafi’i, Hanafi, Maliki, Hanbali), dengan dominasi mazhab Syafi’i di Indonesia.

“Berikut adalah beberapa amaliyah utama NU:
Amaliyah dalam Ibadah
• Tahlilan – Doa bersama yang diisi dengan bacaan tahlil, yasin, dan doa untuk arwah.
• Maulid Nabi – Peringatan kelahiran Nabi Muhammad dengan pembacaan shalawat dan sirah Nabi.
• Istighotsah – Doa dan dzikir bersama untuk memohon pertolongan kepada Allah.
• Ziarah Kubur – Mengunjungi makam para wali dan ulama sebagai bentuk penghormatan.
• Shalawat Nabi – Membaca shalawat sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah.
• Ratib & Hizib – Dzikir-dzikir tertentu seperti Ratib Al-Haddad dan Hizib Nashr untuk perlindungan spiritual
• Amaliyah dalam Kehidupan Sosial
• Gotong royong – Tradisi kerja sama dalam masyarakat.
• Pesantren – Pendidikan berbasis keislaman yang mengajarkan ilmu agama dan kehidupan.
• Aswaja Annahdliyah – Konsep Islam moderat yang mengedepankan toleransi dan kebangsaan.
• Hubbul Wathan Minal Iman – Cinta tanah air sebagai bagian dari iman.

” Amaliyah ini menjadikan NU sebagai organisasi Islam yang mempertahankan tradisi sekaligus relevan dalam kehidupan modern, ” ucapnya.

Di sesi terakahir Ketua LAZISNU MWCNU Balik Bukit, Ustadz Suherman menyampaikan materi zakat infak dan sedekah. ” Kegiatan pengumpulan dan penyaluran zakat, infak, sedekah maupun zakat fitrah harus dilaksanakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lampung Barat, Unit Pengumpul Zakat (UPZ), dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang resmi,” ujarnya

Ia melanjutkan, pentingnya amil kita daftar ke Lembaga Zakat atau Badan Zakat. Karena yang dinamai amil dalam fiqih adalah orang yang mengelola zakat yang telah mendapat izin dan pengesahan dari pemerintah, dalam hal ini dari Kementrian Agama. 

“Selanjutnya Kemenag memberikan mandatnya kepada BAZNAS dan kepada LAZ dan salah satunya kepada LAZISNU,” pungkasnya. (*)

https://pusarannews.com/wp-content/uploads/2025/12/2026-ucapan.jpg