PusaranNews.com, Lampung Barat – Peringati satu tahun kepemimpinan priode kedua pasangan Bupati Parosil Mabsus – Mad Hasnurin, gelar pengajian akbar, sekaligus songsong bulan suci ramadhan 1447 hijriah. Sabtu, 14 Pebruari 2026.
Pengajian di Pekon Purawiwitan, Kecamatan Kebun Tebu itu menghadirkan penceramah Ustadz Asep Holis Nurjamil dari Kota Bandar Lampung.
Hadir juga Ketua DPRD Lambar Edi Novial para kepala OPD, Camat dan sejumlah masyarakat dari 15 kecamatan yang ada.
“Saya atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1447 Hijriyah tahun 2026. Mudah-mudahan kita semua diberikan kesehatan, iman, kesabaran, dan keikhlasan,” ucapnya.
Lanjutnya, pengajian ini juga menjadi ruang refleksi satu tahun kepemimpinan periode kedua yang penuh tantangan, terutama dalam hal efisiensi anggaran.
“Tahun pertama periode keduanya diwarnai kebijakan efisiensi anggaran. Sejumlah proyek infrastruktur, terutama jalan penghubung antar kecamatan belum bisa dituntaskan secara cepat,” kata dia.
Masih kata Parosil, contohnya ruas jalan Sumber Jaya-Kebun Tebu yang kini masih dalam tahap tambal sulam dan akan ditangani lebih lanjut setelah Lebaran, menunggu proses tender selesai.
“Pembangunan itu tidak seperti sim salabim. Ia butuh proses, butuh perjuangan, dan tentu butuh anggaran,” tegasnya.
Menariknya, Parosil mengakui bahwa jalan di sekitar kediamannya pun belum sepenuhnya mulus.
Bukan karena tak mampu membangun, melainkan karena ia mengedepankan asas pemerataan.
“Kalau cuma di sini saja yang bagus, apa kata masyarakat Suoh? Apa kata Batu Brak, Pagar Dewa, Sekincau? Pemimpin itu memang sulit adil secara sempurna, tapi ada konsep pemerataan,” kata dia.
Ia mengungkapkan, dalam pembahasan APBD Perubahan Oktober 2024, meski baru dilantik kembali pada Februari 2025, dirinya mengarahkan efisiensi anggaran sebesar Rp5,2 miliar untuk pembangunan di Kecamatan Suoh yang dinilai paling parah kondisi jalannya.
“Kalau saya egois, tentu anggaran itu saya fokuskan ke kampung halaman saya. Tapi tidak. Kita pakai skala prioritas,” jelasnya.
Selain Suoh, ruas Sekincau-Pekon Waspada menuju Batu Ketulis-Way Ngison juga menjadi perhatian utama.
Tahun ini, Pemkab bersama DPRD dan dukungan legislatif di tingkat pusat serta provinsi terus memperjuangkan agar ruas Sumber Jaya hingga Pura Mekar Kebun Tebu sampai Mutar Alam Air Hitam dapat tertangani.
“Berdoa dan berjuang itu seperti dua sisi mata uang, saling melengkapi,” ujar Parosil.
Momentum Ramadhan menjadi pengingat bahwa membangun daerah bukan hanya soal beton dan aspal, tetapi juga soal kesabaran, kebersamaan, dan niat tulus melayani masyarakat. (*)








