PusaranNews.com, Lampung Barat – Pelayanan pasokan air bersih Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Limau Kunci Cabang Liwa dipastikan terganggu selama beberapa hari ke depan.
Gangguan ini disebabkan adanya kebocoran pada pipa transmisi utama yang berfungsi menyalurkan air baku dari sumber menuju seluruh pelanggan yang berada di wilayah Kota Liwa dan sekitarnya.
Akibat kerusakan tersebut, debit aliran air diperkirakan menurun drastis bahkan berhenti sama sekali di sejumlah kawasan sampai proses perbaikan selesai dilaksanakan.
Kepala Bagian Teknik Perumda Limau Kunci, Herman, yang mendampingi Pelaksana Tugas (Plt) Direktur, Pirwan, saat dikomfirmasi PusaranNews.com, diruang kerjanya menyampaikan, bahwa kerusakan terjadi pada pipa jenis HDPE berukuran diameter 350 milimeter.
Lokasi kebocoran berada di jalur aliran sumber mata air Way Jurak, wilayah Pekon Bahway, Kecamatan Balik Bukit.
“Masalah ini pertama kali diketahui pada Senin (1 Juni 2026), setelah pihak perusahaan menerima laporan langsung dari masyarakat sekitar lokasi kerusakan,” kata dia.
Lanjut dia, Hasil peninjauan ke lapangan menegaskan bahwa bagian yang rusak merupakan jalur utama penyaluran air, yang menjadi tumpuan utama pasokan bagi wilayah layanan Cabang Liwa.
“Kebocoran ada pada pipa utama ukuran 350 milimeter di jalur Way Jurak. Karena ini saluran utama, penanganan harus segera dilakukan supaya dampak gangguan tidak meluas ke wilayah lebih banyak,” ungkap.
Ia menjelaskan, perbaikan tidak bisa langsung dilakukan tepat saat kerusakan ditemukan. Langkah awal yang wajib dilaksanakan adalah mengosongkan seluruh isi aliran di dalam pipa, hal ini demi menjamin keamanan petugas serta menjamin hasil perbaikan berjalan sempurna dan awet.
“Pekerjaan perbaikan baru bisa dimulai hari ini. Tahap pertama kami harus mengosongkan saluran sepenuhnya, baru kemudian dilakukan penggalian dan penggantian bagian pipa yang rusak,” terangnya.
Berdasarkan perhitungan teknis yang dimiliki perusahaan, seluruh proses mulai dari persiapan, perbaikan hingga pemulihan aliran kembali berjalan normal diperkirakan memakan waktu sekitar empat hari kalender. Selama masa tersebut, warga di sejumlah titik akan merasakan aliran air melemah hingga mati total.
Wilayah yang dipastikan terdampak meliputi lingkungan Way Mengaku ABC, kawasan Perumahan Dinas Atas, wilayah Pasar Liwa, hingga daerah Seranggas. Besar kecilnya gangguan di setiap tempat akan bergantung pada susunan jaringan perpipaan dan tingkat tekanan aliran yang tersisa.
Herman menyadari kondisi ini tentu menimbulkan ketidaknyamanan besar bagi para pelanggan. Oleh sebab itu, seluruh tim teknis telah dikerahkan sepenuhnya dan diarahkan bekerja seefisien mungkin agar waktu pelaksanaan tidak melebihi perkiraan yang telah ditetapkan.
“Segala upaya kami lakukan supaya pekerjaan selesai tepat waktu. Segera setelah proses pengosongan selesai, tim langsung turun bekerja di lokasi tanpa menunda lagi,” ucapnya.
Pihak manajemen juga mengimbau seluruh warga yang masuk dalam wilayah terdampak untuk segera menyiapkan dan menyimpan persediaan air bersih secukupnya guna mencukupi keperluan harian selama masa pemulihan berlangsung.
Perkembangan proses perbaikan nantinya akan terus diberitahukan secara berkala lewat saluran informasi resmi milik perusahaan, agar masyarakat dapat memantau kemajuan pekerjaan dengan jelas dan akurat.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas gangguan dan ketidaknyamanan yang tidak terelakkan ini. Segala perubahan atau kemajuan pekerjaan akan terus kami sampaikan secara terbuka kepada publik,” pungkas Herman. (*)








