Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Lampung Barat

Rutinan Zikir Rotibul Hadad di Masjid Al-Iman Sukamenanti, Ust Hernadi Ingatkan Enam Perkara yang Dapat Merusak Amal Kebaikan

41
×

Rutinan Zikir Rotibul Hadad di Masjid Al-Iman Sukamenanti, Ust Hernadi Ingatkan Enam Perkara yang Dapat Merusak Amal Kebaikan

Sebarkan artikel ini

PusaranNews.com, Lampung Barat – Majelis Zikir Rotibul Hadad Kabupaten Lampung Barat kembali menggelar kegiatan rutin pembacaan zikir di Masjid Al-Iman, Sukamenanti, Pasar Liwa, Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin oleh Pembina Majelis Zikir Rotibul Hadad Lampung Barat, Ust Hernadi, S.Pd. Hadir dalam kegiatan itu Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Iman, Mujiran, Penasihat Masjid Al-Iman, Selamet Riyadi, serta Sekretaris MWCNU Kecamatan Balik Bukit, Haji Hafiyan Haryadi.

Selain menjadi sarana memperkuat keimanan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, kegiatan rutin ini juga menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiyah serta meningkatkan kesadaran jamaah dalam memperbaiki kualitas ibadah dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Ust Hernadi: Waspadai Enam Perkara yang Merusak Amal Kebaikan
Dalam tausiyahnya, Ust Hernadi mengingatkan jamaah agar senantiasa melakukan introspeksi diri dan menjaga hati dari berbagai sifat tercela yang dapat menghambat perjalanan spiritual seorang Muslim.

Ia menyampaikan enam perkara yang perlu diwaspadai karena dapat merusak atau mengurangi nilai amal kebaikan seseorang.

Pertama, sibuk dengan aib dan kesalahan orang lain. Menurutnya, seorang Muslim hendaknya lebih mengutamakan memperbaiki kekurangan diri sendiri daripada terus mencari dan membicarakan kesalahan orang lain.

Kedua, kerasnya hati. Sikap tidak mau menerima nasihat, sulit mengakui kesalahan, dan menutup diri dari kebaikan merupakan keadaan yang perlu dihindari. Hati yang lembut akan lebih mudah menerima kebenaran dan memperbaiki diri.

Ketiga, sedikitnya rasa malu. Rasa malu merupakan salah satu benteng moral yang menjaga seseorang agar tidak mudah melakukan perbuatan tercela. Ketika rasa malu mulai hilang, seseorang berisiko mengabaikan batasan agama dan norma kebaikan.

Keempat, panjang angan-angan. Terlalu larut dalam harapan duniawi tanpa diiringi amal nyata dapat membuat seseorang lalai terhadap kewajiban, menunda-nunda kebaikan, dan melupakan keterbatasan waktu hidup.

Kelima, cinta dunia secara berlebihan. Kecintaan terhadap harta, jabatan, dan berbagai kenikmatan duniawi dapat menjadi masalah ketika mengalahkan kecintaan kepada Allah SWT serta mengabaikan kepentingan akhirat.

Keenam, terus-menerus berbuat zalim kepada orang lain. Perbuatan zalim, baik melalui perkataan, tindakan, maupun pengambilan hak orang lain, merupakan perilaku yang harus segera dihentikan. Setiap Muslim hendaknya menjaga hak sesama dan berusaha memperbaiki hubungan apabila pernah menyakiti orang lain.

Melalui penjelasan tersebut, Ust Hernadi mengajak jamaah menjadikan kegiatan zikir bukan sekadar rutinitas lisan, melainkan juga sebagai sarana membersihkan hati, memperbaiki perilaku, dan meningkatkan kualitas hubungan dengan Allah SWT serta sesama manusia.

Zikir sebagai Sarana Memperbaiki Diri
Kegiatan rutin pembacaan Zikir Rotibul Hadad di Masjid Al-Iman Sukamenanti diharapkan terus menjadi ruang pembinaan spiritual bagi masyarakat, sekaligus memperkuat tradisi keagamaan yang menekankan keseimbangan antara ibadah, akhlak, dan kepedulian sosial.

Pesan utama yang disampaikan dalam tausiyah tersebut adalah pentingnya menjaga amal kebaikan dengan memperbaiki diri, menerima nasihat, memelihara rasa malu, mengendalikan kecintaan terhadap dunia, serta menjauhi segala bentuk kezaliman.

Sebab, zikir yang baik semestinya tidak hanya menghidupkan lisan dengan mengingat Allah SWT, tetapi juga menghidupkan hati untuk semakin taat, memperhalus akhlak, dan menghadirkan kebaikan bagi sesama. (*)

https://pusarannews.com/wp-content/uploads/2025/12/2026-ucapan.jpg