Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita UtamaLampung Barat

Kasat Pol-PP, Damkar dan Penyelamatan Lambar, Tegas Jelaskan Keluhan Warga Pasca Kebakaran di Pekon Kenali

586
×

Kasat Pol-PP, Damkar dan Penyelamatan Lambar, Tegas Jelaskan Keluhan Warga Pasca Kebakaran di Pekon Kenali

Sebarkan artikel ini

PusaranNews.com, Lampung Barat – Terkait keluhan warga atas kejadian kebakaran yang menghanguskan tiga rumah di Pekon Kenali, Kecamatan Belalau, Senin (23/3), mendapat tanggapan dari, Kasat Pol-PPP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lampung Barat Domi Novalisa.

Kekuhan saat kejadian bak penampung yang baru dibangun namun tidak terisi air dan Driver mobil pemadam yang tidak berada di tempat dinyatakan tidak benar sepenuhnya.

“Untuk bak penampung air memang saat kejadian belum terisi air, karena saat diisi dengan air PDAM tidak maksimal, mengingat air yang mengalir tidak selalu hidup. Namun saat ini sudah di upayakan pengisian oleh anggota dan masyarakat, mengisi bak penampung itu dengan air sumurbor dari kantor Pekon,” jelasnya.

Lanjut Domi, saat ini air bak sudah naik hingga dua meter, namun jika hingga pekan depan masih belum maksimal akan dibantu pengisian dengan mobil damkar.

“Saya pastikan bak penampung berfungsi dengan baik, karena pekan depan kalau belum penuh akan kami bantu pengisian menggunakan mobil damkar yang ada di unit kenali dan dibantu mobil dari unit Liwa,” kata dia.

Jika sudah terisi kata Domi, ada kendala di bak penampung atau terjadi kebocoran maka pihak penyedia harus bertanggung jawab penuh.

“Kita lihat nanti kalau sudah terisi penuh maka akan ketahuan apakah ada kebocoran atau tidak, jika ada kebocoran maka pihak penyedia harus bertanggung jawab penuh. Mengingat saat ini hingga bulan Juni mendatang masih tahap pemeliharaan,dan penyedia sudah menyatakan siap bertanggung jawab,” tegasnya.

Sementara ditanya terkait saat kejadian hanya dua petugas yang piket dan tidak bisa membawa mobil damkar, Domi juga sudah melakukan koordinasi dengan petugas yang piket saat itu, karena tidak percaya begitu saja maka pihaknya menanyakan langsung kronologis ke Driver Oka Riatno yang dikatakan membawa mobil saat kejadian.

“Untuk anggota yang piket setiap regu itu ada enam orang dengan satu driver, kebetulan saat kejadian kesemuanya ada namun empat orang termasuk driver masih istirahat makan dan hanya dua nggota yang standby di kantor, artinya awal driver itu mutlak anggota damkar unit kenali yang membawanya,” ungkapnya.

Masih kata dia, setelah tiga kali pengisian driver atas nama Samsurizal itu meminta bantuan kepada Oka Rianto untuk menggantikannya mengambil air lagi setelah air didalam tengki mobil damkar habis.

“Samsurizal driver kami setelah tiga kali mengambil air, karena kemanusian membantu warga mengeluarkan barang-barang dari rumah maka dia minta bantuan sama oka yang disebut membawa mobil saat itu, arinya bukan mutlak dari awal jadi driver tetapi menggantikan setelah air habis,” katnya.

Dengan kajadian itu, pihaknya pada Senin (30/3) sudah memanggil semua kepala UPT dan kasubag TU, untuk melakukan evaluasi, kesiap siagaan dan kesigapan saat piket dan ada bencana.

“Saya juga sudah melakukan evaluasi terkait keluhan-keluhan masyarakat sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kami juga mengucapkan terimaksih kepada semua lapisan masyarakat yang telah ikut berpartisipasi membantu saat kejadian kebakaran terjadi, masukan dan kritik untuk kemajuan bersama juga kami berterimakasih,”pungkasnya.

Diketahui berita sebelumnya, Polemik pasca musibah kebakaran tiga rumah di Pemangku Surabaya, Pekon Kenali, Kecamatan Belalau, Lampung Barat, muncul, dimana masyarakat mengeluhkan petugas yang jaga dan bak penampung air yang tidak ada isi.

Keluhan warga tersebut disampaikan langsung kepada salah satu anggota DPRD dapil II dari Partai PAN Herpin, dimana saat kejadian petugas yang piket hanya ada dua orang itupun tidak bisa membawa mobil damkar yang ada.

“Driver mobil saat kejadian tidak berada ditempat dan digantikan oleh salah satu warga setempat Oka Riatno, dimana yang bersangkutan memang anggota Damkar tetapi tugas di Kabupaten Pesisir Barat, nah dimana Driver damkar UPTD Unit Kecamatan Belalau?,” tegas Herpin.

Selain itu kata Herpin, keluhan warga terkait bak penampungan air yang tidak berpungsi sama sekali, sehingga saat kejadian usai air habis menyemprot harus ngambil dari way semangka.

“Kalau bak tidak berpungsi kendalanya apa? Seharusnya ada langkah-langkah dari Sat POL-PP dan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan setempat. Jangan dibiarkan saja, kalau rusak di perbaiki karena bak itu baru selesai pembangunannya,” kata dia.

Musibah lanjut dia, memang sudah terjadi, namun harapan petugas Damkar di Kecamatan Belalau harus di benahi dan bak penampung berpungsi dengan baik.

“Kami minta adanya langkah pembenahan untuk petugas damkar di belalau dan bak penampung segera berpungsi, paling tidak setengah dari bak terisi air oleh petugas, mengingat saat ini di Lampung Barat cuaca panas,” ungkapnya. (*)

https://pusarannews.com/wp-content/uploads/2025/12/2026-ucapan.jpg